Pages

Showing posts with label Love is God. Show all posts
Showing posts with label Love is God. Show all posts

Saturday, November 5, 2011

Cinta Sebenar ...

Tidak ada pengorbanan atas nama cinta, yang lebih berat dari mengorbankan diri sendiri. Melepas harta, merelakan kepergian seseorang, meninggalkan pekerjaan yang kita cintai tidaklah seberapa daripada mengorbankan diri sendiri, mengorbankan nyawa, untuk sesuatu yang kita cintai.
Kenanglah bagaimana seorang ibu berjuang untuk melahirkan anaknya, dan saat itu ia siap bertukar nyawa dengan bayi yang ia lahirkan. Bukti cinta nya.

Lebih kurang lima ribu tahun lalu, hal ini pula dialami seorang manusia mulia. Nabi ismail yang rela disembelih, ia relakan nyawanya, karna cintanya pada Allah, melebihi cintanya pada dunia, bahkan melebihi cintanya pada dirinya sendiri.
Ayahnya, Nabi Ibrahim, berpuluh tahun menanti hadir seorang putra ditengah kehidupannya. Namun disaat kebahagiaan itu ia dapatkan, ia harus meninggalkan putra yang ia sayangi itu untuk melakukan perintah Allah, ditempat yang jauh. Tidak hanya itu, kecintaan pada Tuhan-nya pub diuji. Ia diperintahkan untuk menyembelih anaknya.
Karena cintanya pada Allah melebihi semua cintanya pada dunia, ia lakukan perintah itu. Walau pada akhirnya Allah menggantikan Ismail dengan sesembelihan yang lain.

Lalu mengapa Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih putranya, Ismail?. Karna IA tak ingin cinta Ibrahim pada anaknya, melebihi cintanya pada Tuhan-nya.

Lalu apakah Allah melarang kita mengumpulkan harta, mencintai keluarga, dunia kita ? Pasti lah tidak, bahkan Allah memerintahkan kita untuk mencari rezeki dunia, mengasihi sesama, menghormati orang tua.
Bahkan IA perintahkan kita untuk mencari rizki dengan sungguh-sungguh ; 'Bekerjalah seakan kau hidup seribu tahun lagi. Dan berdoa, beribadahlah seakan kau akan mati esok hari'.

Allah hanya tidak ingin cinta kita pada orang terkasih, pada harta, pada dunia, melebihi cinta kepada NYA.
Jadikan cinta dunia kita menjadi jalan untuk dekat pada Allah. Buatlah harta, keluarga dan dunia, menjadikan kita semakin dekat pada Allah.

Karena keluarga, harta, dunia suatu saat akan hilang, lenyap dan meninggalkan kita. Dan Allah tak ingin melihat kita menangis, bersedih, kecewa saat semuanya hilang.
Satu yang takkan pernah hilang, tak pernah jauh, takkan pergi meninggalkan kita, Dia lah Allah, yang selalu mencintai hambanya... selamanya...

Itulah sesungguhnya makna Cinta Sebenar.

Simak ayat Al-quran berikut, maknailah, semoga kita mengerti makna cinta sebenar, semoga kita menjadi manusia yang tangguh, tak gampang menyerah, karna kita tahu siapa sesungguhnya yang mesti kita cintai paling tinggi. Dan siapa sebenarnya yang paling mencintai kita.

Katakanlah,”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rosul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang FASIK.”

Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H!

Saturday, October 15, 2011



Cinta Itu Jujur

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengungkapkan cinta pada yang lain. Romeo yang rela mati untuk mengungkapkan cintanya pada Juliet. Tentara sebagai garda depan pelindung negara, mengungkapkan cintanya kepada bangsa dengan menjaga batas. Orang tua terkadang rela melakukan apa saja karna cinta pada anaknya.

Saya terkenang dengan kisah salah seorang anak gembala yang hidup di zaman Rasulullah. Dan ia mengunngkapkan cinta pada tuannya, tanpa disadari itupun menjadi ungkapan cinta pada Tuhnanya.


Saat ia mengembalakan domba di tanah lapang, dimana saat itu terlihat memutih, ratusan domba yang beriringan, dan pastilah sang pengembala tak mengetahu berapa persisnya jumlah domba tersebut.


Kemudian datang seorang kaya meminta pada gembala tersebut, "Duhai anak gembala, bolehkah aku membeli satu saja domba gembalaan mu?'. Kemudian anak gembala itu berkata. "Maaf tuan, domba ini milik tuan saya, dan saya tidak dapat menjualnya"
Sang kaya pun kemudian berkata ; "Duhai anak gembala, jika kau jual satu saja domba mu pada ku, tentulah tuan mu tak akan tahu bukan?'. Dan kemudian anak gembala itu berkata : ' Maaf tuan, mungkin tuan saya tidak tahu apa yang saya lakukan, tapi Tuhan nya tuan saya tahu dan melihat apa yang saya lakukan."


Kejujuran anak gembala itu sebagai ungkapan cinta bukan saja pada tuannya tapi juga cinta dan keyakinannya pada Sang Penciptanya.


Jujur adalah bentuk ungkapan cinta hamba pada Tuhannya, pada Dia Al Mu'min yang maha jujur,Jujur adalah Cinta, Cinta pada Tuhan.
 Honesty is Love, Love to God,  

Love .. is .. God


Monday, September 26, 2011

Love is .....



Setiap orang menafsirkan serta memaknai kata 'Love' atau 'Cinta itu berbeda-beda, denga cara pandang, persepsi, pengalaman dan perasaan masing-masing. Ada yang mengatakan cinta itu sebagai bentuk kasih sayang, banyak pula yang mengartikan sebagai pengorbanan. Memberi tanpa pamrih adalah cinta menurut sudut pandang seorang ibu, berbeda dengan ayah yang memaknai cinta sebagai tanggung jawab. Lalu pasangan menterjemahkan nya dengan pengertian, penerimaan dan kesetiaan. Bermacam-macam penggambaran dari satu kata 'ajaib' ini.

Anda sebagai pekerja mungkin mengartikannya sebagai pengabdian, atau juga passion bagi anda. Pimpinan perusahaan mengatasnamakannya 'loyalitas'. Pengemudi menyebutnya sebagai penghantar kehidupan, abdi dalem menggambarkan sebagai 'pengabdian, gus', guru mengartikannya dengan mendidik, cinta seorang prajurit adalah menjaga, dokter yang mengobati, penyanyi yang menentramkan telinga, komedian yang membuat anda terbahak, dan magician yang mencengangkan serta menghipnotis...

Bahkan jutaan kata tak kan pernah habis untuk mendefinisikannya, ribuan goresan tinta tak kunjung bertemu akhir untuk menggambarkannya, hamparan pemikiranpun tak mampu membuai otak berhenti untuk mencari arti, arti akan cinta.
Apapun nama, seperti apapun benda, secantik apapun simbol, sekuat apapun suara, semerdu apapun nada, seterang apapun cahaya, se semerbak apapun aroma, seindah apapun gemintang, seberagam apapun warna, dan semanis apapun rangkaian huruf yang menguntai kata, pun tak kan pernah habis makna untuk mengartikan, sebuah kata, CINTA.



Lalu cobalah kita lihat dengan mata yang terhubung pemikiran, dengar dengan telinga yang menyatu dengan jiwa, dan rasakan denga hati yang merasuk sukma. Jutaan mutiara kata yang mencoba menjawab makna Cinta, kemanakah ia bermuara.

Cinta adalah bahagia, cinta suatu pengorbanan, cinta merupakan pengabdian, cinta berarti melayani, cintalah yang memelihara, cinta menautkan hati, cinta membersatukan, dan cinta, cinta dan cinta....

Bukankah sesungguhnya jutaan makna itu akan bermuara pada satu, satu yang memiliki semuanya, satu yg mewakili segalanya, satu yg benar-benar penguasa cinta, Maha Cinta, Pencipta Cinta dan Pengatur Cinta, dia lah Cinta sebenar, cintanya Cinta, maknanya Cinta, Luasnya Cinta.... Dialah yg paling mengerti cinta, karena dialah cinta, dialah.Dia lah cinta.. Cinta itu Tuhan, Cinta itu Allah...

Love is God,