Pages

Wednesday, February 12, 2014

Silaturahmi dan sosial media

Silaturahmi dan Sosial media

Beberapa bulan yang lalu saya medapatkan pesan di inbox akun facebook saya dari seseorang yang sekilas tidak begitu saya kenali. Setelah membaca pesan dan melihat profil dari pemilik akun facebook tersebut, baru saya menyadari bahwa orang tersebut adalah teman SMA saya yang sudah lebih dari lima belas tahun tidak bersua.
Saya sangat gembira dan bahagia sekali akhirnya bisa bersilaturahmi kembali dengannya. Dari silaturahmi melalui facebook tersebut, kami banyak berbincang seputar pekerjaan masing-masing, dan akhirnya dia mengundang saya untuk memberikan sesi motivasi untuk mahasiswa dikampus politeknik kesehatan dimana tempat ia bertugas saat ini. Tidak hanya itu, silaturahmi melalui sosial media itu menjadi awal dari rencana reuni akbar SMA kami yang akan dilaksanakan selepas idul fitri nanti.
Saya kemudian berfikir, betapa pentingnya sebuah silaturahmi untuk menjaga persaudaran dan membangun hubungan baik dengan orang lain. Jarak dan waktupun tidak lagi menjadi penghalang untuk sebuah silaturahmi, bahkan sosial media pun bisa menjadi salah satu alat silaturahmi yang sangat bermanfaat.
Kekuatan silaturahmi
Sebagai mahluk sosial, kita memerlukan manusia lain dalam menjalani kehidupan. Berinteraksi , komunikasi dan menjalin hubungan antar sesama menjadi sebuah keharusan. Menjalin hubungan yang baik guna membangun persaudaraan, sering kita kenal dengan istilah silaturahmi. Lalu apa sebenarnya silaturahmi itu?
Silaturahmi berasal dari kata shilah dan rahm.  Shilah berarti hubungan atau menghubungkan, sedangkan rahm mempunyai dua makna, yang pertama berarti  kasih sayang, dan makna yang lainnya adalah peranakan (rahim) atau kekerabatan yang masih ada pertalian darah (persaudaraan). Dengan demikian, silaturahmi berarti menjalin hubungan kasih sayang; silaturahmi juga bisa berarti menjalin hubungan kekerabatan.
Berangkat dari pengertian diatas, silaturahmi berarti menjalin hubungan yang baik, membangun kekerabatan/persaudaran dengan penuh kasih sayang.
Dalam Al-quran surah An-Nisa’ayat 36 Allah berfirman :
”Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak dan karib-kerabat,”
Bagaimana silaturahmi dilakukan?
Silaturahim dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menjaga hubungan baik antar sahabat dan kerabat, mengasihi dan menyayangi saudara, saling menghormati dan menghargai sesama manusia, mengunjungi sahabat dan kerabat baik secara langsung maupun tidak langsung, ataupun sekedar mendoakan saudara kita sesama umat manusia, itupun termasuk silaturahmi secara tidak langsung.
Menjalin silaturahmi diyakini dapat memberikan manfaat bagi yang melaksanakannya, diantaranya dapat meluaskan rezeki dan memperpanjang usia, seperti yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Bukhari dan Muslim :
‘Barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya dan ditambah umurnya maka hendaknya menyambung silaturahim’
Silaturahmi di era digital
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kebutuhan dan gaya hidup manusia pun berubah, termasuk dalam berintersaksi. Dahulu kita lebih banyak berinteraksi secara langsung, baik itu melalui tatap muka ataupun tatap suara (offline), namun sekarang kecenderungan tersebut bergeser, dari interaksi secara offline menjadi interaksi melalui media perantara digital (online).
Menurut inilah.com jumlah pengguna media online (internet) di Indonesia mencapai 63 juta user. Sementara untuk pengguna sosial media paling populer di Indonesia saat ini, yaitu twitter dan facebook, telah mencapai 20 juta user untuk twitter dan 47 juta user untuk facebook.
Memaksimalkan sosial media untuk silaturahmi
Keterbasan waktu dan kesibukan akan pekerjaan membuat kita tidak memiliki banyak kesempatan silaturahmi secara langsung. Untuk dapat tetap menjalin siaturahmi , kita harus cerdas memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, khususnya sosial media.
Twitter misalnya, walaupun memiliki keterbatasan dalam jumlah karakter huruf pada posting, namun twitter bersifat sangat personal, artinya sangat mewakili pribadi sang pengguna (user), dan dapat terkoneksi secara langsung 24 jam serta dapat diakses melalui gadget apapun.
Sedikit berbeda dengan twitter, facebook justru lebih leluasa memberikan fasilitas kepada kita untuk berinteraksi, selain jumlah karakter yang lebih banyak dalam setiap posting, facebook juga memungkinkan kita berbagi foto kepada orang-orang tertentu yang kita inginkan. Facebook memungkin kita membuat grup diskusi tertutup,  fasilitas ini banyak digunakan kelompok/komunitas maupun organisasi dalam memaksimalkan komunikasi internal mereka.
Selain twitter dan facebook, masih banyak sosial media lainnya yang dapat kita manfaatkan untuk menjaga silaturahmi, misalkan instagram, youtube, linked in, wikipedia, dan sosial media lainnya.
Berikut beberapa manfaat sosial media untuk optimasi silaturahmi :
1.      Kita dapat mencari sahabat atau kerabat yang mungkin sudah lama tidak terhubung, tidak bertemu langsung (tatap muka maupun tatap suara). Sahabat saat di sekolah dulu misalnya, atau saudara kita yang berada ditempat yang jauh. Kita dapat menggunakan fasilitas search di sosial media;
2.      Membuat profil pada akun pribadi kita sejelas mungkin, sehingga mudah dilacak oleh mesin pencari, dan ketika ada orang yang mencari dengan kategori tertentu seperti yang tertera pada profil kita, maka akan mudah ditemukan. Misalnya kategori asal sekolah, asal daerah, pekerjaan, marga, komunitas atau hobi;
3.      Upload foto pada profile picture, share foto kita pada posting atau pada fasilitas album foto, sehingga memudahkan orang mengenal kita sebagai pemilik akun;
4.      Pastikan kita mengikuti (tergabung) pada komunitas, organisasi atau keluarga besar dimana kita pernah ada didalamnya, sehingga akan memudahkan kita terhubung dengan sahabat dan kerabat lainnya yang juga bagian dari kelompok tersebut;
5.      Seringlah menyapa (mention atau retweet pada twitter; menulis di wall, comment atau like this status pada facebook; view picture, comment dan like this pada instagram, youtube atau sosial media lainnya untuk menunjukkan eksistensi kita;
6.      Posting-lah kalimat-kalimat yang baik, inspiratif dan memotivasi, termasuk foto-foto atau link yang bermanfaat bagi banyak orang; hindari posting-an sampah atau foto-foto yang provokatif, karena akan menjadi image yang dapat mempengaruhi ketertarikan orang lain untuk terkoneksi dengan kita;
7.      Aktiflah! Artinya seringlah berinteraksi di sosial media, menyapa sahabat dan kerabat, sekadar mendoakan atau menanyakan kabar, menunjukkan kepedulian kepada friends atau followers kita, sebagai wujud silaturahmi yang mungkin terbatas untuk bertatap muka secara langsung;
Semoga kita senantiasa dapat menjaga silaturahmi antar kerabat dan sahabat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan apapun media sosial yang kita gunakan. Niatkan setiap silaturahmi tersebut karena Allah, wujud usaha kita menjaga hubungan baik dengan manusia lainnya. Hablumminannas....  
Apabila seorang Muslim mengunjungi saudaranya sesama Muslim, maka orang itu senantiasa berada dalam suatu taman surga yang penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetik sampai pulang. – HR. Muslim
Selamat memperpanjang silaturahmi melalui sosial media....

Salam Silaturahmi
@RendyYusran

No comments:

Post a Comment